Kabar membanggakan datang dari siswa kelas XII IPA 2 SMAIT Pesantren Nururrahman melalui ajang NURAFEST. Tim short movie kelas XII IPA 2 berhasil meraih Juara 1 kategori internal dan Juara 2 kategori eksternal. Pencapaian ini menjadi hasil dari proses panjang yang diwarnai berbagai tantangan, kerja sama tim, serta usaha dalam menghasilkan sebuah karya film.

Ide pembuatan film mulai muncul saat kegiatan NSC (Nururrahman Spritual Camp) berlangsung. Setelah kegiatan tersebut selesai, tim langsung membagi tugas untuk memulai proses pengerjaan. Mulai dari menyusun naskah hingga menentukan bagian yang akan dikerjakan oleh masing-masing anggota, semuanya dilakukan agar proses produksi dapat berjalan dengan lebih terarah.

Namun, proses pembuatan film ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan waktu karena banyaknya kegiatan sekolah yang berlangsung bersamaan, termasuk ujian. Selain itu, keterbatasan peralatan seperti kamera dan pencahayaan juga menjadi kendala tersendiri. Kondisi tersebut membuat tim harus berusaha memaksimalkan fasilitas yang tersedia agar proses pengambilan gambar tetap berjalan dengan baik.

Hasil produksi yang didapat pun belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Masih terdapat beberapa kekurangan, terutama pada kualitas audio dan videonya. Meski begitu, tim tetap berusaha menyelesaikan film tersebut dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki.

Di balik berbagai keterbatasan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi keunggulan film mereka. Cerita yang diangkat, hasil pengambilan gambar, serta pemilihan pemeran menjadi bagian yang cukup diperhatikan. Para pemeran dipilih dengan mempertimbangkan kepribadian masing-masing, sehingga karakter yang dimainkan terasa lebih sesuai dan akting yang ditampilkan pun dapat terlihat lebih natural.

Setelah melalui berbagai proses produksi, tibalah saat pengumuman pemenang NURAFEST. Sebelum pengumuman berlangsung, sempat beredar kabar bahwa tim short movie dari kelas XII IPA 2 tidak berhasil masuk lima besar. Namun, hasil yang sebenarnya justru di luar dugaan. Tim tersebut ternyata berhasil meraih Juara 2 kategori eksternal. Kejutan lainnya datang saat pengumuman pada hari H, ketika mereka juga berhasil membawa pulang Juara 1 kategori internal.

Pencapaian tersebut tentu disambut dengan perasaan senang dan tidak menyangka. Bagi tim XII IPA 2, kedua penghargaan yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa usaha, waktu, dan kerja keras selama proses pembuatan film akhirnya membuahkan hasil.

Meski berhasil membawa pulang dua penghargaan, masih ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah sikap terlalu mengutamakan keinginan masing-masing atau ego dalam tim. Selain itu, rasa terlalu percaya diri juga membuat beberapa anggota mengambil terlalu banyak tanggung jawab sekaligus. Persiapan yang belum maksimal dan kurangnya referensi dari film-film pendek lainnya juga menjadi hal yang perlu diperbaiki.

Untuk proyek film berikutnya, tim berharap dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang. Mulai dari pembagian tugas, penyusunan naskah, pengumpulan referensi, hingga proses pengambilan dan penyuntingan gambar. Keterbatasan aplikasi editing dan peralatan juga menjadi hal yang ingin mereka tingkatkan agar hasil karya selanjutnya bisa lebih maksimal.

Bagi tim tersebut, membuat film bukan sekadar mengikuti perlombaan. Ketertarikan terhadap dunia perfilman sudah muncul sejak lama, mulai dari memperhatikan sudut pengambilan kamera, ekspresi para pemeran, hingga kualitas video yang dihasilkan. Karena itu, pengalaman di NURAFEST menjadi salah satu kesempatan untuk mengembangkan ketertarikan tersebut sekaligus belajar dari proses yang telah dilalui.

Dua penghargaan yang berhasil diraih bukan hanya menjadi pencapaian yang membanggakan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Dari proses tersebut, mereka belajar bahwa sebuah karya tidak selalu harus berjalan sempurna sejak awal. Justru melalui berbagai kendala dan kekurangan, ada banyak hal yang bisa diperbaiki untuk menghasilkan karya yang lebih baik di kemudian hari.

Leave a Comment