Mengukir Jiwa Kepemimpinan: Perjalanan Calon Pengurus MPK-OSIS Masa Bakti 2026/2027 dalam LDK

Menjadi bagian dari MPK-OSIS bukan sekadar bergabung dalam organisasi atau menjalankan berbagai program kerja. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, hingga keberanian dalam mengambil keputusan. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) MPK-OSIS Masa Bakti 2026/2027 hadir sebagai langkah awal bagi para calon pengurus untuk mengenal lebih jauh dunia organisasi dan memahami arti kepemimpinan.

Sebelum memasuki dua hari pelaksanaan LDK, para calon pengurus terlebih dahulu mengikuti kegiatan Pra-LDK. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan awal sekaligus gambaran mengenai hal-hal yang akan mereka hadapi selama menjalankan organisasi.

PRA-LDK

Kegiatan Pra-LDK diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta. Setelah seluruh peserta berkumpul, acara dibuka oleh MC, Hafidz Al-Qodri dan Rana Althaf Fathiyyah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Achmad Jofa Pratomo, Ketua OSIS, Naima Faiza Lathifa, serta Pembina OSIS, Bapak Ahmad Hafair, S.Pd.

Memasuki sesi pengenalan, peserta mendapatkan berbagai materi yang tentunya menjadi bekal penting dalam berorganisasi. Materi kepemimpinan disampaikan oleh Bapak Jibran Hanif, S.Sos., M.Si., dilanjutkan dengan penjelasan mengenai manajemen konflik oleh Bapak Muharman, S.E., M.Pd., serta materi keorganisasian oleh Ibu Dini Apriani, S.Pd., M.Pd. Agar suasana tidak terlalu tegang, beberapa sesi ice breaking turut disisipkan di sela-sela penyampaian materi. Salah satunya adalah tantangan membuat menara dari kertas. Meski terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan kreativitas, komunikasi, dan kekompakan agar setiap kelompok dapat menyelesaikan tantangannya.

Setelah rangkaian materi, peserta diberikan waktu untuk ISHOMA (Istirahat, Salat, dan Makan). Kegiatan kemudian dilanjut dengan materi seputar administrasi dalam organisasi yang disampaikan oleh Dhafa Rayhan Pramono dan Anaya Maritza, serta sharing session bersama Fathan Nusa Nugraha dan Naima Faiza Lathifa. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan gambaran dan pengalaman langsung mengenai kehidupan organisasi dari para pemateri.

Menjelang akhir kegiatan, panitia menyampaikan teknis pelaksanaan LDK, juga pembagian kelompok dan pemberian tugas. Para peserta kemudian berkumpul bersama kelompok masing-masing untuk mulai berdiskusi, berkenalan, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum kegiatan LDK dimulai. Setelah seluruh rangkaian selesai, Pra-LDK pun ditutup dan peserta bersiap untuk pulang.

DAY 1

Hari pertama LDK dimulai dengan kedatangan dan registrasi peserta. Sebelum memasuki agenda utama, seluruh peserta berkumpul di aula lantai 3 untuk melaksanakan tilawah Al-Qur’an dan pembacaan Al-Ma’tsurat bersama yang dipimpin oleh Rafie Falah Mirza. Kegiatan pagi kemudian dilanjutkan dengan salat Dhuha.

Setelah itu, seluruh peserta mengikuti apel pembukaan di lapangan yang dipandu oleh para anggota TNI. Usai apel, peserta bersiap melakukan perjalanan menuju pondok dengan pengawasan panitia dan anggota TNI. Setibanya di lokasi, peserta diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum memulai pelatihan baris-berbaris. Dalam sesi ini, para anggota TNI memberikan arahan dan melatih peserta untuk lebih disiplin, sigap, serta mampu mengikuti instruksi dengan baik.

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedisiplinan. Melalui pembekalan ini, peserta tidak hanya diajak untuk memahami kedisiplinan dalam bentuk tindakan, tetapi juga menyadari pentingnya sikap disiplin dalam menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi.

Suasana mulai terasa lebih santai ketika peserta memasuki kegiatan outbound setelah shalat Ashar berjamaah. Berbagai permainan kelompok menghadirkan keseruan tersendiri. Setiap peserta ditantang untuk bekerja sama, menyusun strategi, dan saling mendukung agar dapat menyelesaikan permainan. Tawa dan semangat yang muncul selama kegiatan membuat suasana semakin ramai sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk semakin akrab satu sama lain.

Menjelang malam, peserta melaksanakan bersih-bersih, membaca Al-Ma’tsurat sore, dan shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu, seluruh peserta berkumpul di aula untuk menikmati makan malam bersama dengan hidangan yang telah disiapkan oleh panitia. Di tengah padatnya kegiatan, momen ini menjadi waktu yang menyenangkan untuk beristirahat sejenak, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah, Forum Group Discussion (FGD), dan mentoring. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk bertukar pikiran, menyampaikan pendapat, serta berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi. Melalui diskusi dan arahan yang diberikan, peserta diharapkan dapat lebih memahami peran serta tanggung jawab yang nantinya akan mereka emban. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi hari kedua.

DAY 2

Memasuki hari kedua, peserta mengawali pagi dengan persiapan qiyamulail, kemudian dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah, tilawah Al-Qur’an, dan pembacaan Al-Ma’tsurat pagi. Setelah rangkaian ibadah selesai, suasana pagi semakin bersemangat dengan kegiatan senam bersama yang dipimpin oleh Ibu Pratiwi Sufiaristi, S.Or. Gerakan yang dilakukan secara serentak membuat kegiatan terasa lebih meriah sekaligus menjadi cara menyenangkan untuk mengawali hari.

Usai senam, seluruh peserta menikmati sarapan bersama. Suasana kebersamaan masih terasa ketika peserta berkumpul dan berbincang sebelum kembali melanjutkan agenda. Setelah sarapan dan bersih-bersih, peserta pun bersiap mengikuti kegiatan berikutnya.

Salah satu agenda yang menarik pada hari kedua adalah pembuatan dan presentasi program kerja impian. Dipandu oleh Byantara Nadhif Akhdan Abdul Aziz selaku MC, setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk merancang sekaligus mempresentasikan ide program kerja yang ingin diwujudkan selama masa kepengurusan. Beragam ide dan gagasan kreatif muncul dari masing-masing kelompok. Melalui kegiatan ini, peserta belajar menyampaikan ide sekaligus merancang inovasi yang dapat dikembangkan dalam organisasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dari Khalid Academy. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menambah wawasan serta memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan dan pengembangan diri. Setelah mengikuti pembekalan, seluruh peserta melaksanakan salat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama.

Sebagai penutup rangkaian LDK, dilaksanakan acara penutupan sekaligus pengumuman kelompok terbaik. Pada kesempatan tersebut, kelompok Alindra berhasil meraih penghargaan sebagai kelompok terbaik. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama di lapangan sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan dari seluruh rangkaian LDK. Setelah itu, peserta bersiap untuk pulang dengan membawa pengalaman dan cerita masing-masing.

Dua hari pelaksanaan LDK telah menjadi perjalanan yang penuh pengalaman bagi para calon pengurus MPK-OSIS Masa Bakti 2026/2027. Mulai dari belajar tentang kedisiplinan, membangun kekompakan, bertukar pikiran, hingga merancang ide untuk organisasi. Setiap kegiatan memberikan pelajaran tersendiri yang dapat menjadi bekal dalam menjalankan kepengurusan nantinya.

LDK bukanlah akhir dari proses belajar. Justru sebaliknya, kegiatan ini menjadi awal dari perjalanan yang sesungguhnya. Saatnya para calon pengurus membawa ilmu, pengalaman, dan semangat yang telah diperoleh untuk bersama-sama membangun MPK-OSIS yang lebih baik.
Semangat bertumbuh dan mengukir cerita baru bersama MPK-OSIS Masa Bakti 2026/2027!

Leave a Comment